Aktivitas pendakian
saat ini sangat didukung oleh kondisi alam di Sulawesi Tengah yang mana banyak
dijumpai pegunungan dan hutan belantara yang belum terjamah, keindahan alam
merupakan anugerah sang pencipta kepada mahluknya yang merupakan bukti
kebesaran -NYA
untuk itu kita dituntut untuk mengelolah dan memanfaatkannya secara bijaksana.
Aktifitas mendaki Gunung dan
menjelajah Rimba merupakan aktifitas yang sangat Ekstrim, pada saat pendakian harus
memerlukan persiapan yang matang baik segi mental, fisik maupun materi serta
hal-hal penunjang lainnya. Hal ini wajib dilakukan untuk menghindari hal yang
tidak diinginkan saat pendakian nantinya.
Team Ekspedisi Budaya Masyarakat
Pedalaman Sojol 2010 kali ini melintas dengan titik star mengambil lokasi di
Dusun Sipator Desa Siboang dan finish di Dusun Bonde Desa Balukang II Kec.
Sojol Kab. Donggala.
Minggu, 25 September 2010,
± 1 bulan setelah terbentuknya team yang dinamakan team Ekspedisi Budaya
Masyarakat Pedalaman Sojol 2010 MAPALA KUMTAPALA Fak. Hukum Univ. Tadulako,
yang terdiri dari 12 orang (Febrianto, Anggri Juliansyah, Sudirman, Sulfikar,
Moh. Rifai, Moh. Akbar, Satria Abdi, Farid Triadi, Moh. Rifki, Sandi Prasetya,
Risman dan Arrahman). Itulah nama-nama team Ekspedisi Budaya Masyarakat
Pedalaman Sojol 2010. Keutuhan, keyakinan, serta totalitas team ditunjukan
setelah terbentuknya team tersebut. Semua perlengkapan team, pribadi, logistic,
surat izin
kegiatan sudah dipersiapkan sebelumnya.
Senin, 26 September 2010 hari
yang paling ditunggu, hari yang paling bahagia sekaligus meneggangkan, tepat
pada pukul 13.37 team bersama-sama Dewan Pembina, Anggota Kehormatan, Anggota
Tetap, Anggota Muda serta Calon Anggota Mapala Kumtapala melakukan Upacara
Pelepasan, yang dipimpin langsung oleh Kanda Wawan Ilham, SH dan Pembina
Upacara oleh Kanda Djamaluddin, SH. Setelah itu lingkaran hening pun dilakukan
(sesuai tradisi KUMTAPALA) sambil berpegangan tangan seraya berdoa agar semua
team kembali dengan selamat. Wajah sedih, lesu, tangis dan bahagia nampak
mengiringi keberangkatan team Ekspedisi Budaya Masyarakat Pedalaman Sojol 2010,
itulah sejenak yang kami tinggalkan. Pukul 14.20 team Ekspedisi telah
meninggalkan Base Camp Mapala Kumtapala tercinta menuju ke pertigaan Kampus
Untad sambil menunggu mobil menuju ketempat lokasi kegiatan (Siboang).
Selasa, 27 September 2010 sejak
berangkat dari pertingaan kampus Untad, mobil track yang kami tumpangi tiba
pada pukul 10.42 di Desa Siboang, yang seharusnya tiba pada malam hari, karena
mobil tersebut masih memuat semen di Pantoloan jadinya tiba pada pagi hari.
Wajah Ibu Aksan kaget sambil tersenyum melihat 12 orang turun dari mobil,
inilah kami, inilah mahasiswa yang pernah berjanji akan kembali saat survey
sebelumnya. Team pun menurunkan semua barang-barang dan langsung istirahat
sejenak setelah itu team breeffing. Breeffing tersebut menghasilkan bahwa
sebagian team mengantar surat pemberitahuan kegiatan kepada kepala Desa
Siboang, Camat Sojol, Kepala Desa Siboang dan Kapolsek Sojol, sebagian team
lagi membuat plakat di pertigaan Sipator dan sebagian team lagi ditugaskan
untuk mencari data mengenai sejarah Sojol (Observasi).
Rabu, 28 September 2010, pukul
08.00 Wita team Ekspedisi Budaya Masyarakat Pedalaman Sojol 2010 dilepas
langsung oleh Kepala Desa dan Sekretaris Desa serta Warga setempat untuk
berangkat ke Dusun Sipator sebagai titik star pendakian dengan memakai mobil
track. Pukul 12.00 team Ekspedisi tiba di titik star pendakian tepatnya di
Rumahnya Pak Guru. Team langsung disambut gembira oleh warga Dusun Sipator,
akan tetapi saat itu Pak Guru tidak berada di tempat, team pun langsung
istirahat.
Kamis, 29 September 2010 pada
pukul 07.00 sebagian team beraktivitas sebagai mana mestinya, yaitu memasak,
mandi dan mencuci. Pada malam hari team
melakukan observasi sesuai dengan nama kegiatan yang kami lakukan, responden
pada saat itu adalah Pak Guru, selama ± 4 jam team mencari data mengenai Sejarah
Sojol serta kebiasaan-kebiasaan masyarakat setempat. Akan tetapi responden
tidak mengetahui sejarah sojol itu sendiri. Akhirnya data yang kami dapat saat
itu masih minim, dan team sepakat akan menambahkan data tersebut di
perkampungan selanjutnya.Jumat, 30 September 2010
Catatan Perjalanan
Awal
kegiatan pendakian sekaligus disambut oleh hujan yang begitu deras, setelah
berpamitan pada warga Dusun Sipator pada
pukul 13.00. team ekspedisi bergerak dan hari pertama pendakian dipertengahan
perjalanan team istirahat di sebuah pondok warga karena gait yang telah
dibicarakan sebelumnya ragu untuk melanjutkan perjalanan karena jalur yang
dilewati menyeberangi sungai dan saat itu banjir, kemudian team langsung
breeffing, keputusan breeffing tersebut adalah istirahat dan dilanjutkan besok
pagi berarti hari ini kami berjalan selama 2 jam. Malam yang sama team
breeffing lagi untuk membicarakan siapa-siapa yang bertugas besok sekaligus
membicarakan utang waktu yang ditempuh tadi dan harus dibayar besok.
Sabtu,
01 Oktober 2010
Catatan Perjalanan
Pada hari ini team harus membayar waktu yang
kemarin. Kondisi medan
kali ini sangat menantang yang mana satu hari full tanjakan, satu orang yang
drop hari ini yaitu Saudara Risman, maklum
tidak latihan fisik sebelumnya. Pukul 11.45 team istirahat untuk ngopi sejenak sekaligus
resection. Pukul 15.10 team tiba di puncak, navigator pun (Saudara
Sulfikar) langsung resection dengan titik koordinat : T = 120º 08'
30" U = 0º 28' 35". Saudara Sudirman, Moh. Akbar, Moh. Rifki dan Farid
Triadi pergi untuk survey jalur. Mereka katakan didepan medannya menurun, akan
tetapi sekitar 100 meter dari tempat resection ada tempat landai serta ada
sumber air (sungai musiman). Dan akhirnya team sepakat untuk istirahat pada
pukul 15.45. selesai membuat bivack dan memasak team breeffing seperti biasanya
yaitu penentuan tugas-tugas pada esok hari.
Minggu, 02 Oktober 2010
Catatan
Perjalanan
Setelah semuanya telah bangun, masing-masing anggota
team telah membagi tugas ada yang membongkar tenda, ada yang memasak dan ada
pula yang mempacking. Pukul 07.00 anggota team melingkar sambil berpegangan
tangan untuk berdoa. Team harus bergegas turun kata ketua team. Kali ini
anggota team tidak ada yang drop semua berjalan dengan cepat bahkan ada yang
berlari karena medan
yang ditempuh kali ini menurun, kesempatan pun kami maksimalkan dengan
sebaik-baiknya. Tepat pukul 12. 00 kami istirahat sejenak untuk ngopi serta
resection kali ini sumber air sama sekali tidak ada. Setelah itu team
melanjutkan perjalanan tepat pukul 16.30 team mempersiapkan segala sesuatunya
untuk nginap di camp
III. Di camp III ini
alhamdulilah ada air. Seperti biasanya
setelah semua makan malam team langsung breeffing untuk membagi tugas esok
harinya.
Senin, 03 Oktober 2010
Catatan Perjalanan
Kali ini team menyusuri sungai dan menyipir
lereng-lereng gunung, tujuan kami tercapai yaitu di rumahnya Pak Birata,
rencananya disini kami mengambil data lagi (observasi) tapi responden sama
sekali tidak tahu dan tidak mengerti semua pertanyaan yang gait tanyakan. Team
tiba di rumahnya Pak Birata sekitar pukul 13.00 wita. Team breeffing memutuskan untuk tidak memakai
tenaga gait lagi sampai kepuncak Kumtapala dan untuk menghargai waktu team
tidak berlama-lama lagi dirumahnya Pak Birata tersebut dan langsung berangkat.
Saudara Sudirman sengaja membawa pakaian untuk diberikan kepada masyarakat
pedalaman Sojol, tetapi kali ini kami menukarkan dengan bête atau talas,
masing-masing anggota team mempacking talas tersebut. Inilah kesempatan yang
kami gunakan untuk meminutes logistic yang kami sediakan sebelumnya.
Selasa, 04 Oktober 2010
Catatan
Perjalanan
Pada hari ini kondisi medan bervariasi sumber air
pun masih ada, tidak ada anggota team yang drop pada hari ini, semua berjalan
dengan penuh semangat dan kekompakan team pun semakin terjaga dengan
suara-suara yang keluar dari beberapa anggota team “Kumtapala” kata-kata itulah
yang membuat kami terus menelusuri hutan belantara, tidak ada keluhan-keluhan
yang terdengar. Pukul 11.30 team istirahat membuang rasa lelah sejenak, disini
canda tawa terdengar disela-sela team. Ada
beberapa orang yang ditugaskan ketua team untuk survey jalur dan sambil
membersihkan jalur yang tertutup, setelah itu kami melanjutkan perjalanan
dengan penuh gairah yang tinggi. Pukul 16.00 wita, team istirahat sejenak dan
kemudian tiga orang dari team di tugaskan untuk survey jalur beberapa ratus
meter kedepan karena jalur didepan agak menanjak, lama team lain menunggu team
survey pun tak kunjung datang, akhirnya kami memutuskan untuk buat bivack,
disela-sela membuat bivack team yang ditugaskan telah datang dan mereka
mengakatan bahwa jalur didepan agak menanjak, tidak layak untuk ngecamp. Semua bergerak tanpa pembagian tugas, disini
dilihat kekompakan team, kerjasama yang baik dan alhamdulilah semua bekerja,
semua berfungsi dari berbagai komponen team. Ada yang memasak, bangun tenda, cari kayu,
buat api. Walaupun team ekspedisi ini terdiri dari tiga angkatan akan tetapi
rasa persaudaraan itu tetap melekat dalam hati masing-masing team.
Rabu, 05 Oktober 2010
Catatan
Perjalanan
Pukul 06.00
wita semua anggota team sudah bangun dan langsung memasak dan yang lain vacking
barang dan bongkar tenda. Pukul 08.15, kami melanjutkan perjalanan karena masih
ada beberapa anggota team yang kurang
fit. Kami harus bergegas melangkahkan kaki kami. Pacet dan awan hitam yang mengancam
perjalanan kami, karena seperti biasanya sebelum siang hujan mengguyur
membasahi kami. Di tengah perjalanan kami menemukan paralon yang bertuliskan
pos air yang dibuat oleh Mapala Kumtapala pada tahun 1994, sebagian anggota
team ditugaskan mengambil air karena persediaan air sudah menipis, setelah itu
kami melanjutkan perjalanan, Aakkhhh di tengah-tengah perjalanan sebelum jam 11
wita kami semua basah kuyup walaupun jas hujan (ponco) telah melindungi badan
kami. Kami harus istirahat sejenak untuk
memperbaiki cariel yang kami bawa apakah
sudah saffety atau belum, semua harus diperiksa seperti halnya polisi yang
mengadakan swiping barang tajam.
Hanya beberapa menit kami memeriksa cariel, kami
harus mempercepat langkah lagi sebelum semuanya kedinginan, kali ini kami tidak
istirahat siang, kami tidak mengenal waktu siang lagi, mungkin keasyikan
berjalan atau melawan dinginnya Sojol.
Jalan semakin anarkis, jalur semakin membingungkan, string line entah
sembunyi dimana. Kami harus memanjat akar-akar pohon dengan membawa beban yang
semakin berat saja. Sekitar pukul 15.02
wita, tiba-tiba ketua team (Akbar) terbaring dan beliau mengehembuskan nafasnya
satu-satu, kami semua kebingungan dan ketakutan, apa yang terjadi. Salah satu orang berteriak “ kita bangun
tenda disini saja (ngecamp) “ suara tersebut terdengar dari belakang, dan
semuanya sepakat karena saudara Akbar tidak bisa lagi melanjutkan
perjalanan. Semua bergegas membongkar
cariel masing-masing dan langsung membuat tenda, kemudian Akbar di lempar ke
dalam tenda Domne dan langsung di bungkus tiga lapis Sleeping Bad (SB). Aktivitas malam, kami hanya ngopi dan merokok
sambil diskusi, untuk pembagian tugas nanti besok paginya.
Catatan Perjalanan
Perjalanan kami lanjutkan sekitar pukul 07.18 wita,
beban semakin hari semakin berat saja, entah apa yang bertambah di dalam carier
kami. Masih tetap semangat walaupun
beban semakin berat, seiring waktu berjalan kami pun terus bergegas berjalan,
akan tetapi tiba-tiba di tengah perjalanan yang tadinya kami ingin mengejar
target Puncak Kumtapala terkendala dengan adanya salah satu anggota team yang
droop (Moh. Rifai) selaku leader dalam perjalanan yang kemudian langsung
meminta diganti sebagai leader oleh anggota team yang lain (sulfikar) setelah
kondisi (Moh. Rifai) sudah memungkinkan untuk berjalan kembali kami pun
melanjutkan perjalanan, dengan bergegas kami berharap bisa mencapai target kami
yaitu Puncak Kumtapala, akan tetapi semua terhalang oleh cuaca yang kurang
bersahabat (badai), akibat cuaca yang kurang bersahabat itulah kami pun sepakat
untuk menghentikan perjalanan dan membuat Camp yang kami namakan camp
alternatif, setelah leader yang baru melakukan survey beberapa ratus meter
kedepan dan hasilnya di depan tidak ada lagi tempat yang bisa kita gunakan
untuk ngecamp.
Semua team pun bergegas untuk mempersiapkan segala
sesuatunya untuk persiapan ngecamp, ada
yang langsung mendirikan tenda domne, membuat bivauck, membuat api, dan
memasak. Setelah semuanya rampung maka seluruh team mengganti pakaian yng sudah
basah sambil menunggu waktu makan, setelah semua anggota team makan seperti
biasanya sebelum kita istirahat kami menyempatkan untuk breefing untuk menyusun
strategi perjalanan esok hari.
Catatan Perjalanan
Pagi yang cerah, kami bergegas untuk memasak dan
selanjutnya packing barang masing-masing, seperti biasanya membentuk lingkaran,
berpegangan tangan dan berdoa. Tepat pukul 07.24 kami berangkat, berjalan cepat
bahkan ada yang berlari karena kami harus mengejar target. Pukul 12.15 kami
istirahat karena hari ini adalah hari jumat, tidak bisa resection ataupun
orientasi medan
karena kabut telah naik sebelumnya, terpaksa kami hanya ngopi sambil bercanda
tawa untuk menyenangkan hati teman-teman lain. Hujan membasahi kami
ditengah-tengah istirahat tersebut, terpaksa masing-masing mengamankan diri
dengan membuka ponco, team harus bertahan karena waktu belum menunjukkan pukul
12.00. canda tawa masih mewarnai kerumunan kami, inilah yang kami tunjukkan
pada gunung yang penuh mistic, penuh kesuraman dan tantangan. Pukul 12.20 telah
lewat, kami melanjutkan perjalanan, hujan semakin deras bercampur badai,
ditengah perjalanan salah satu dari team droop (Sudirman). Teman-teman nafasnya
sinchan tinggal satu-satu, semua ketakutan anggota team terfikir bahwa sudirman
akan mati hari ini juga. Sebagian team berlarian untuk mencari tempat yang
layak untuk mendirikan tenda. Pukul 14.10 kami istirahat hari ini karena
dihantam badai dan hujan. Tiga orang yang pergi survey beberapa Ratus Meter kedepan,
sekitar lima
belas menit kami menunggu akhirnya team survey
tersebut datang sambil berteriak Puncak……Puncak…..Puncak Kumtapala.
Alhamdulilah puncak sudah didepan tapi lagi-lagi tidak bisa dipaksakan untuk
berjalan, ada beberapa anggota team yang tidak mampu untuk berjalan.
Sabtu, 08 Oktober 2010
Catatan
Perjalanan
Pagi yang suram entah sial apa yang kami dapat hari
ini, malam hujan paginya disambut dengan badai. Anehnya, badai dilokasi kami membuat tenda tidak ada,
tapi dibagian puncak Kumtapala badai itu berkeliaran. Hujan masih saja
menyirami tenda kami, dinginnya minta ampun. Kami hanya mengurung diri di dalam
tenda sambil menunggu redahnya hujan dan berhentihnya badai. Pada pukul 14.43
kami melanjutkan perjalanan karena badai sudah menghampiri tenda kami hujan pun
sudah mulai redah. Banyak string line yang berhamburan ditanah, teman-teman
yang ditugaskan untuk memasang string line sudah tidak merasa string yang
dibawahnya jatuh, Untung sweaper jeli pada saat itu. Tidak berapa lama kami
berjalan puncak Kumtapala telah kami dapatkan, semua team berpelukkan dan
masing-masing mengeluarkan air mata kebahagiaan, rasa haru, bangga serta air
mata rasa capek. Kami harus bergegas meranjak dari puncak Kumtapala ini, karena
badai masih menemani kami, ambil gambar satu-persatu, perangkatan dan seluruh
team, hanya sekitar 20 menit kami dipuncak Kumtapala tersebut. Semua menengok
keatas ranting-ranting pohon beterbangan diatas kepala kami, seakan-akan ujung
pohon bersentuhan dengan tanah, masing-masing berteriak “awas hati-hati
perhatikan pohon”. Pukul 16.30 dengan sangat terpaksa kami memutuskan untuk
bangun camp di punggungan silet, kemudian ketua team (Moh. Akbar) menugaskan
lagi beberapa anggota untuk survey, namun kata mereka kondisi medan didepan
menurun.
Seperti biasanya seluruh team bergegas untuk
mempersiapkan segala sesuatunya untuk keperluan ngecamp, setelah semuanya
rampung baik itu tenda, perapian maupun logistik kami pun makan, seperti malam-malam
sebelumnya selesai makan seluruh team tidak langsung tidur kami pun meluangkan
waktu untuk breefing untuk persiapan esok harinya setelah selesai kami pun
langsung beristirahat untuk memulihkan stamina.
Catatan
Perjalanan
Pada hari ini kondisi medan bervariasi, tanjakan lalu menurun,
badai dan kabut pun masih menemani setiap langkah kami, jalan sangat licin
tidak bisa dihitung berapa banyak dari kami yang sering menyambarkan pantatnya
ketanah. Tim
star pukul 07.30, lagi-lagi hari ini tidak bisa resection, kami sudah lupa
waktu, yang biasanya waktunya kopi break tapi kami keasyikkan berjalan dengan
melawan dingin dan kabut yang tebal, sebelum hujan turun, kami harus berjalan
terus, karena pengalaman-pengalaman setiap hujan pasti ada yang drop. Tidak
lama kemudian ditengah perjalanan hujan menyirami kami, ooohhhh tangan terasa
keram, darah seakan tidak mengalir lagi, tangan sudah tidak bisa dikepalkan
lagi. Tapi kami harus melawan itu, berjalan terus sambil menghibur satu sama
lain. Pukul 14.30 kami memutuskan untuk membuat tenda, hampir semua team tidak
mampu berjalan diakibatkan suhu yang dingin dan ditambahnya lagi hujan. Anggry
dan Sulfikar yang masih mampu saat itu pergi survey mereka bilang bahwa batu yang senior Kumtapala maksud sudah
didepan. Alhamdulilah….. serentak mengakatakan Alhamdulillah, berarti puncak
Sojol sudah dekat.
Senin, 10
Oktober 2010
Catatan
Perjalanan
Pukul 05.00 seluruh team sudah bangun memasak setelah
selesai memasak seluruh team langsung mempacking barang dengan cepat, setelah
semua selesai team langsung berdoa kemudian melanjutkan perjalanan pada pukul
06.55 wita dan seperti perjalanan sebelumnya kabut pun masih setia menemani setiap langkah kami, disinilah kami
terkecoh yang sebenarnya jalur menuju puncak ke arah kanan kami hanya mengikuti
string line yang ada dan mengarah ke kiri kami pun mengikuti stringline yang
ada, di tengah perjalanan stringline tersebut putus (hilang) kami pun berpencar
untuk mencari stringline beberapa lama kemudian semua team berkumpul dan tidak
satu pun yang berhasil menemukan stringline, kami pun breefing dan memutuskan
untuk melanjutkan perjalanan berharap akan mendapatkan stringline yang hilang, kami
harus menenangkan diri, tidak rusuh dan tidak panik. Menurut keterangan senior-senior yang pernah
naik Sojol sebelumnya bahwa, dari arah
puncak Kumtapala ke Puncak Sojol tidak akan menemukan air, tapi mengapa kami menemukan
air yang begitu deras?. Pukul 13.15 kami
masih berusaha mencari jalan untuk menuju puncak Sojol, tapi kami tidak
menemukannya. Diam, lalu breefing
lagi. Cuaca cerah, tapi semua sudah
tampak kedinginan, lesuh, capek dan gelisah semua bercampur aduk menjadi
satu. Dan memutuskan untuk nginap karena
bila team kembali ke batu-batu pasti kemalaman di tengah jalan. Posisi
kami berada dilembah saat itu (beberapa meter diatas sungai). Pada saat itu kami mempunyai dua pilihan yang
pertama kembali ke jalur semula (batu-batu) dan yang kedua menyeberangi sungai
lalu pindah kepunggungan sebelah. Dan
kami sepakat untuk pilihan kedua.
Beberapa anggota team mencari pinang hutan untuk dimakan, yang lain lagi
mencari kayu bakar dan yang lain lagi buat tenda. Sekitar Pukul 19.15 wita kami mengoreksi arah
lintasan, yang sebelumnya (tadi sore) sudah dilakukan Orientasi Medan (Ormed),
kata Navigator (Sulfikar) bahwa kita harus kearah barat.
Catatan
Perjalanan
Pukul 06.25 kami siap berangkat, seperti biasanya
berbentuk bundaran dan berpegangan tangan lalu berdo’a, kami bergegas
melangkahkan kaki dengan tujuan sesuai dengan hasil breeffing kemarin, kali ini
kami menyeberangi sungai yang begitu deras, melawan arus lalu naik
kepunggungan, pukul 11.12 kami tiba di punggungan, saat itu Rahman dan Anggry
yang lebih depan, dengan susah payahnya kami menaiki gunung yang begitu terjal
tiba-tiba mereka berdua berteriak “ tunggu, tahan di tempat “. Ada
apa lagi ini… mereka menawarkan untuk breeffing lagi, sekalian cofy breek. Mereka mengatakan bahwa kita sudah salah
jalur, di depan masih ada puncak yang tinggi kemungkinan besar itu puncak
Ogoamas. Lalu ketua team bertanya kita
harus kemana lagi, Anggry berusaha menetralkan suasana itu, ia membuat sesuatu
sehingga semua anggota team bisa tertawa.
Kami memutuskan untuk kembali lagi kesungai, naik keatas ketempat nginap
yang tadi malam. Hahahaa….. semua
tertawa, aneh, lucu, katanya kita semua hanya berjalan di tempat. Pukul 15.12 kami tiba di tempat nginap
sebelumnya, dan seperti biasa masing-masing beraktivitas untuk mengerjakan
sesuatu. Buat api unggun untuk mengeringkan
pakaian yang basah akibat hujan yang tiap hari menemani langkah kami. Sambil mengeringkan pakaian kami breeffing
lagi, ditengah-tengah alotnya breefing tiba-tiba ada yang mengagetkan
kami. Api, api yang tadinya kecil
tiba-tiba menyala besar seperti di siram bensin satu jergen, dan ternyata banyak
korban pada saat mengeringkan pakaian tersebut. Sepatu, baju, celana banyak
yang terbakar, hahahahaaa….. semua tertawa sepertinya kejadian itu menjadi hal
yang terlucu selama pendakian. Kami
harus istirahat cepat karena besok pagi harus berangkat lebih cepat lagi menuju
ke tempat semula (batu-batu).
Rabu, 12` Oktober 2010
Catatan
Perjalanan
Sekitar pukul 06.10 kami berangkat, kami harus
membayar ini semua, hanya berkisar 3 jam kami berjalan akhirnya team menemukan
tujuan yang dimaksud (batu-batu). Kemudian kami melanjutkan ke jalur awal,
target team kali ini adalah pertigaan Bonde, di tengah perjalanan tiba-tiba
Handphone salah satu team (saudara Sandy)
berbunyi, entah keajaiban apa yang kami dapat padahal menurutnya HPnya sudah
mati total. Pada saat itu bertepatan
dengan pukul 11.48 wita, dan kami ngopi sejenak sambil menghubungi team
pembantu yang ada di posko induk karena HT yang kami bawa sudah tidak berfungsi
lagi. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan, sekitar 500 meter kami telah
menemukan plakat pertigaan Bonde, foto-foto dan istirahat sejenak lalu kami kembali kebatu-batu untuk mencari
jalur yang sebenarnya. Pukul 15.10 kami tiba di batu-batu yang dimaksud, Akbar
dan Farid survey jalur yang pastinya tidak kesebelah kiri lagi, dan yang
lainnya mendirikan tenda domne. Tidak lama kemudian Akbar dan Farid datang
mereka bilang bahwa kami telah menemukan jalur menuju puncak Sojol, tapi
tertutup oleh gulungan rotan dan pohon-pohon yang tumbang bertandakan bahwa
jalur ini sudah lama tidak dilalui. Kami
semua senang, senang karena harapan, cita-cita serta kebanggaan tidak lama lagi
akan kami raih.
Kamis, 13` Oktober 2010
Catatan
Perjalanan
Pukul 6.30 wita kami pun melanjutkan perjalanan
menuju puncak Sojol, di hari yang ketiga belas ini hanya tiga orang saja yang membawa carier yang berisi snack dan trangia serta air minum,
kekompakan team pun masih utuh dan ini yang selalu kami inginkan. Dengan penuh
semangat kami pun mendaki sambil berlari dan yang menjadi leader rekan kami Sulfikar
di temani Moh. Rifai yang begitu cepat menuntaskan perjalanan sehingga mereka
berdua yang lebih dahulu menemukan Triangulasi Puncak Sojol yang menjadi tujuan
kedua dari Expedisi Budaya Pedalaman Masyarakat Sojol.
Pukul 9.30 wita, akhirnya semua team berhasil meraih Puncak Sojol, seluruh
team terharu, ada kebanggaan tersendiri yang terpancar diwajah ke dua belas
orang lelaki yang sampai saat ini sudah tiga belas hari di hutan belantara yang
begitu bringas, seram dan mistic. Saling
berpelukan dan meneteskan air mata
mengingat betapa beratnya perjuangan untuk meraih puncak Sojol dan di satu sisi
seluruh team merasa bangga telah berhasil dan mendapat kepuasan tersendiri. Kemudian semua team saling bergantian untuk
mengabadikan puncak Sojol dengan berfoto-foto, setelah pengambilan dokumentasi
selesai kami pun menyempatkan waktu untuk makan snack yang kami bawa serta
minum coffe untuk menghilangkan rasa dingin yang semakin menusuk. Kami mengelilingi Triangulasi, tangan
dikepalkan lalu di letakkan didada kiri dan bernyanyi (MARS KUMTAPALA), dan
menyusul ucapan ulang tahun kepada Mapala Kumtapala yang ke-XX.
Setelah selesai makan dan minum tepatnya pukul 10.00
wita kami pun bergegas mempacking
perlengkapan yang kami gunakan dan kemudian langsung turun menuju batu dimana
perlengkapan lainya kami tinggalkan, tiba-tiba di tengah perjalanan turun salah
seorang anggota team kakinya terkilir (Sudirman) yang mengakibatkan perjalanan
menjadi sedikit terhambat berkat suport dari rekan-rekan yang lainnya dia pun
memaksakan diri untuk tetap berjalan semampunya.
Tepat pukul 13.00 wita kami pun tiba di batu tempat
semua perlengkapan kami tinggalkan, melihat kondisi salah satu anggota team
yang kakinya terkilir dan tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan kami pun breefing dan memutuskan untuk tidak
melanjutkan perjalanan dan tetap menginap.
Catatan perjalanan
Pukul 06.10 wita seluruh anggota team berangkat dan langsung memasak setelah
semua makanan masak seluruh team langsung makan, tanpa membuang-buang waktu
setelah selesai makan seluruh team langsung mempacking barang dan kemudian
dilanjutkan dengan berdoa, setelah selesai berdoa seluru team langsung bergegas
melanjutkan perjalanan menuju pertigaan Bonde.
Pukul 9.00 wita seluruh team tiba di pertigaan Bonde
dan langsung mencari stringline TWKM 2003, kami pun belum mendapat stringline
yang kami cari namun kami mendapatkan jalan setapak kami pun berpikir bahwa
jalur yang kita temukan itu adalah jalur TWKM 2003 namun kami salah, kami pun tetap mengikuti jalur
tersebut berharap bisa mendapatkan stringline yang tersisa, ditengah perjalanan
kami terjebak oleh hujan yang begitu deras dan sebagian dari team telah
kedinginan dan droop, maka kami memutuskan mendirikan tenda untuk berlindung
sembari menunggu hujan reda, setelah hujan reda kami pun langsung bergegas lagi
mempacking barang dan langsung melanjutkan perjalanan setelah begitu lama kami
berjalan namun kami tidak juga menemukan jalur yang kami cari, beberapa saat
kemudian ketua team berinisiatif untuk mengumpulkan seluruh anggota untuk
membicarakan apakah jalur yang kita ikuti masih akan kita lanjut atau tidak
mengingat sudah begitu jauh kami menelusuri namun jalur yang kita cari tidak
juga kami dapatkan, dan hasil breefing tersebut kami sepakat untuk balik menuju
pertigaan Bonde tempat dimana kami memulai pencarian jalur turun.
karena kami turun terlalu jauh maka untuk balik ke
pertigaan Bonde dengan waktu yang tersisa
kami pun tidak berhasil mengejar target pertigaan Bonde karena hari
sudah sore kami pun berkumpul dan langsung sepakat untuk menginap, dengan
semangat dan tenaga yang tersisa kami pun langsung bergegas mendirikan tenda
dan langsung mengganti pakaian setelah itu kami pun memasak, setelah semua
makanan masak tanpa banyak basa basi seluruh team langsung makan dengan begitu
lahapnya.
Selesai makan kami pun langsung mengeluarkan semua
sisa logistik yang ada dan langsung menghitung kekuatan logistik yang kami
miliki dan hasilnya kami masih memiliki persiapan logistik untuk empat hari.
Setelah selesai menghitung logistik navigator menyempatkan diri untuk membuka
peta dan mmemberitahukan kepada seluruh team bahwa besok kita mencoba jalur
sebelah kanan. Setelah selesai kami pun langsung istrahat tidur untuk
mengembalikan stamina yang telah hilang.
Sabtu, 15
Oktober 2010
Catatan perjalanan
Pada hari ke lima belas tepatnya pukul 5.00 wita,
seluruh team telah bangun dan langsung memasak untuk sarapan pagi setelah semua
masak seluruh team langsung makan, tanpa membuang-buang waktu selesai makan
seluru team langsung mempacking barang kemudian berdoa dan langsung melanjutkan
perjalanan menuju pertigaan Bonde. Pukul
06.49 wita team berangkat. Setibanya di
pertigaan jalur Bonde seluruh team langsung berpencar mencari stringline dan
alhasil salah satu dari anggota team menemukan stringline yang mengarah ke
kanan dan kemudian seluruh team diarahkan untuk mengikuti stringline tersebut
namun di tengah perjalanan stringline yang kami ikut tiba-tiba hilang dan team
langsung berpencar mencari stringline dan hasilnya seluruh team tidak ada yang
menemukannya, kami pun tetap melanjutkan perjalanan dengan melewati punggungan
walaupun tanpa stringline ternyata punggungan yang kami ikut putus dan terjal
dan tidak memungkinkan untuk dilewati. Kami pun berkumpul dan mengambil
keputusan untuk balik lagi ke atas karena jalur yang kami ikuti tidak
memungkinkan untuk di lewati dan sangat membahayakan keselamatan team lagi-lagi
di tengah perjalanan balik ke atas kami terjebak dengan waktu yang sudah sore
dan kami langsung berpencar mencari tempat yang landai untuk mendirikan tenda
untuk menginap sekitar pukul 04.20 wita. Tanpa banyak komentar seluruh team
langsung bergegas mendirikan tenda dan langsung memasak serta makan setelah
selesai makan seperti biasanya kami tidak langsung tidur kami pun breefing
untuk menyusun strategi besok.
Minggu, 16 Oktober 2010
Catatan perjalanan
Masuk pada hari ke enam belas, hari ini kami bangun sekitar pukul 06.18 wita dan langsung
memasak serta makan dan mempacking barang dan sebelum berdoa kami pun berkomitmen bahwa
kita harus menyipir di sebelah kanan dan apapun yang ada di depan kita harus
terobos dan tidak ada kata balik dan semua team sepakat kemudian kami berdoa,
setelah selesai berdoa kami langsung berjalan dua orang anggota team langsung
mengeluarkan parang dan langsung menerabas apa yang ada di depan dan membuat
jalur baru untuk turun sekitar pukul 07.25 wita. Logistik
sudah mulai menipis sumber air pun pada hari ini tidak ada, kami harus bergegas
turun, jalur semakin hari semakin tidak jelas saja, entah sial apa yang kami
dapat dalam pendakian ini. Hujan dan
kabut masih menemani dalam setiap langkah kami, tapi tidak membuat semua
anggota team patah semangat, semua berfikir pada kehidupan, semua punggungan
yang kami lewati terputus (longsor), pukul 11.20 kami istirahat, kami tidak
bisa menghubungi team pembantu di posko induk, tidak ada jaringan dan Handy
Talkye tidak berfungsi. Kami harus
bergegas, banyak kotoran Anoa yang kami temukan, kami menyipir di punggungan
karena kami memastikan bahwa naik keatas pasti jalurnya terputus. Hanya beberapa jam kami melangkahkan kaki
hujan sudah menemani langkah kami, batuan lepas yang kami lewati terpaksa satu
persatu turun karena pasti resikonya sangat tinggi jika berbarengan berjalan. Sepertinya putus asa, tapi itu tidak bisa
terjadi kami harus menenangkan fikiran, berfikir jernih dalam menghadapi
tantangan ini. Tiba pukul 16.00 kami
harus mencari tempat nginap, tiga orang di tugaskan oleh ketua team untuk
mencari tempat nginap, saudara Anto berteriak bahwa di atas layak untuk tempat
nginap. Semua bergegas melangkah dan
masing-masing membongkar carier lalu membuat tenda. Yang lainnya mencari pinang hutan dan umbut
rotan untuk makanan malam ini, alhamdulilah kami tidak memakai logistik yang
telah kami bawa sebelumnya, kali ini kami survive. Pukul 18.35 wita kami breeffing sekaligus
memeriksa logistik yang masih tersisa. Setelah itu ada yang tidur dan masih juga yang
diskusi dan memperdebatkan jalur yang telah dilewati.
Catatan perjalanan
Hari ketujuh belas perjalanan, sumber air
alhamdulilah ada (sungai), pukul 07.12 wita kami siap untuk melanjutkan
perjalanan, hari ini team masih menyipir, ini keputusan akhir, ini keputusan
final yang mungkin tidak bisa diganggu gugat lagi, sesekali kami menyeberangi
sungai, perkampungan sudah tampak dari atas tapi masih terlalu jauh. Kekompakan team masih terjaga, utuh dan tidak
ada yang bisa memecahkan kekompakan ini, kami tidak bisa resection karena
posisi kami pada saat itu menyipir.
Saling menghibur sambil melangkahkan kaki di batuan lepas itu yang kami
lakukan, semua anggota team tidak pernah berfikiran akan terjadi hal-hal yang
seperti ini. Ini mungkin yang dinamakan
memacu adrenaline, menguji mental serta mampu berfikir dalam keadaan darurat,
semua yang telah didapatkan waktu Pendidikan dan Latihan Dasar teraplikasikan
di Ekspedisi ini, ternyata semua yang didapatkan walaupun yang dianggap tidak
masuk akal, semua ada gunanya.
Pukul 12.00 wita kami istirahat, kami masih tetap
menghubungi team pembantu di posko induk serta teman lain memanjat pohon untuk
mencari jaringan Hand Phone, tapi masih saja tidak berhasil, gula telah habis
yang tersisa hanya energen dan ABC Mocca.
Hanya beberapa menit kami istirahat, perjalanan pun kami lanjutkan dan
baru sekitar beberapa jam kami berjalan tiba-tiba hujan turun begitu lebat dan
kami masih memaksakan diri untuk tetap berjalan hingga kami mendapat tempat
yang bisa kami gunakan untuk berteduh sembari menunggu semua anggota terkumpul
ketika anggota semuanya terkumpul kami pun menyempatkan diri untuk berembuk
untuk membicarakan bagaimana apakah perjalanan masih akan kita lanjutkan atau
tidak mengingat waktu sudah menunjukan pukul 15.00 wita dan jalur yang kita
lewati menyipir dan banyak batuan lepas dan apabila kita tetap melanjutkan
perjalanan kemungkinan besar kami tidak akan mendapatkan lagi tempat istirahat dan sangat berbahaya bagi keselamatan
team. Alhasil kami pun sepakat untuk
tidak melanjutkan perjalanan dan langsung mendirikan tenda serta semua anggota
team membagi job ada yang berusaha membuat perapian, ada yang mencari kayu
bakar, dan beberapa orang anggota bergegas mencari umbut pinang yang ada di
sekeliling kami untuk dijadikan menu makan malam kami.
Setelah semua bahan makan terkumpulkan kami pun langsung
mengolahnya, setelah semuanya masak kami pun langsung makan dengan begitu
lahapnya. Seiring waktu berjalan yang
terpikir oleh seluruh anggota team kapan dan kapan semuanya berakhir dan kami
bisa tiba di perkampungan dan tanpa terasa hari sudah malam kami pun harus
istirahat seperti biasanya sebelum istirahat kami meluangkan waktu untuk breefing untuk menyusun strategi
perjalanan esok harinya.
Catatan perjalanan
Hari ini pukul 5.00 wita semua anggota team telah
bangun dan tanpa membuang-buang waktu kami langsung memasak dan makan setelah
selesai kami langsung mempacking barang dan langsung berdoa setelah semuanya
selesai kami pun langsung melanjutkan perjalanan sekitar pukul 06.57 wita dan
jalur yang kami lewati masih menyipir di pegunungan. Pukul 12.00 wita kami
berhenti sejenak untuk beristirahat untuk mengembalikan stamina kami yang sudah
terkuras habis tidak beberapa lama kemudian kami pun melanjutkan perjalanan dan
kami tidak lagi menyipir tetapi memotong jalur turun sampai ketepi sungai dan
langsung menyusuri sungai, beberapa kali kami harus menyeberangi sungai, dengan
penuh semangat dan tenaga yang tersisa
kami tetap melanjutkan perjalanan hingga kami menemukan tempat yang
layak untuk menginap dan waktu telah menjelang sore hari saatnya untuk beristirahat
sekitar pukul 16.27 wita, kami pun langsung mempersiapkan segala sesuatunya
baik itu tenda, perapian dan logistik untuk makan malam, lagi-lagi yang menjadi
menu makan malam kami yaitu umbut pinang, setelah semuanya selesai kami
langsung makan setelah selesai kamipun langsung beristirahat ada sebagian
anggota team belum tidur karena masih membicarakan jalur turun menuju
perkampungan.
Rabu , 19
Oktober 2010
Catatan perjalanan
Ke esokan harinya tepatnya 5.30 wita seluruh team
bangun kali ini kami telat bangun di karenakan kondisi fisik yang semakin
menurun, tanpa membuang-buang waktu kami langsung mengolah sisa umbut pinang
yang ada untuk menjadi sarapan pagi kami.
Setelah semuanya selesai makan seluruh anggota dengan begitu kompak
mempacking barang serta langsung berdoa dan melanjutkan perjalanan kembali pada
pukul 07.31 wita, akan tetapi jalur yang kami lewati masih menyusuri sungai
sesekali kami masih menyeberangi sungai hingga waktu untuk istirahat siang tiba
yang sebenarnya waktu untuk coffe break kami hanya beristirahat sejenak untuk
mengambil umbut pinang dan langsung memakannya setelah selesai kami langsung
melanjutkan perjalanan kembali dengan menyusuri sungai hingga pada akhirnya
kami menemukan jalan setapak dan kami sangat yakin bahwa jalan yang kami temui
itu adalah jalan yang di buat warga dan serempak seluruh anggota mengucapkan
“alhamdullilah” akhirnya kita sampai juga. Kami pun masih melanjutkan dengan
sisa tenaga yang ada hingga pada akhirnya salah satu dari anggota team ada yang
sudah tidak mampu untuk melanjutkan perjalanan dan kami memutuskan untuk
menginap di tepi sungai namun tempatnya cukup saffety untuk mendirikan tenda
sekitar pukul 16.47 wita, dan lagi-lagi dengan begitu kompak seluruh team
langsung mempersiapkan segala sesuatunya dan untuk menu makan malam kali ini
kami tidak lagi umbut pinang akan tetapi umbut enau yang di ambil oleh salah
seorang dari team yang ternyata lebih enak di bandingkan dengan umbut pinang
dan langsung memasaknya. Malam kami
hanya mengisi untuk diskusi sambil bercanda tawa, rasa persaudaraan pun makin
melekat disetiap anggota team.
Kamis, 20
Oktober 2010
Catatan perjalanan
Di hari yang ke dua puluh ini kami berangkat 07.34
wita, saat kami memasak tiba-tiba dua orang warga Bonde yang hendak mengambil
hasil hutan (rotan) menghampiri kami. Haaaaa… semua senang, gembira karena
telah bertemu orang lain selain yang dua belas orang yang selalu bertatapan
selama perjalanan. Kami bergegas
mempacking barang-barang kami, bergegas untuk turun sudah tidak sabar lagi
melihat rumah dan orang banyak serta jalan aspal. Logistik kami telah habis kecuali Blue Band
dan garam saja yang tersisa, akhirnya survive
berhasil kami terapkan. Berjalan
di antara pohon cokelat dan kelapa, hari menjelang siang perut pun sudah
kerongkongan seperti sudah tidak mampu lagi berjalan, ditengah jalan kami
menemukan pohon jeruk milik warga setempat, lalu kami memintanya dan langsung
disantap dengan lahapnya. Beberapa ratus
meter kedepan akhirnya kami telah tiba di Dusun Bonde, tidak puas dengan makan
jeruk, kami meminta buah kepala yang juga milik salah satu warga dusun Bonde
tersebut. Bahkan bukan hanya kelapa saja
yang dikasih tapi ada pisang dan rokok, tanpa ada rasa malu kami mengambil apa
yang diberikan oleh masyarakat. Pukul
11. 12 kami tiba di Rumah kediaman Bapak Kepala Dusun Bonde yang juga suku
Lauje. Kami disambut baik oleh Bapak
Kepala Dusun, dijamu susu cokelat dan snack serta rokok. Dirumah Bapak Kepala Dusun tersebut team
diskusi dengan warga setempat mengenai kegiatan yang telah kami lalui. Beberapa
saat kemudian kami disuruh makan, wahhhh, inilah yang kami nanti-nanti sebelumnya.
Team pembantu yang ada di posko induk telah datang
menghampiri kami, tidak ada wajah kegembiraan yang nampak dari sekian orang
datang tidak terkecuali Kanda Djamaluddin, SH (Opha), semuanya pasang muka
suram, marah, kecewa telah beraduk menjadi satu. Tidak lama kemudian korlap memanggil kami
(Kanda Lilo) beliau mengatakan bahwa kami berjalan dari Desa Balukang II menuju
Desa Siboang (rumahnya Pak Akhsan) selama dua jam dimulai dari pukul 14.00
sampai pukul 16.00 dengan jarak 15 kilo
meter, waahhhh ini mungkin hukuman, dengan berjalan diaspal ditemani dengan
terik matahari seperti satu jengkal diatas kepala.
Saat kami berjalan, kami merasa seperti artis
sehari, banyak warga yang melihat kami, entah apa yang dipikiran mereka. Aneh,
bodoh, sakti atau apapun. Tidak sedikit juga warga yang memanggil kami untuk
mampir dirumahnya, tidak sedikit juga warga yang memberikan kami makanan, rokok
dan minuman bahkan ada juga masyarakat tidak tega melihat kami berjalan dengan
membawa beban dan pada akhirnya kami ingin di naikkan di mobil, kami menolaknya
dengan halus, kami mengatakan maaf kami dalam proses pendidikan jadi harus
jalan sampai tujuan. Beberapa kilo meter kami berjalan tiba-tiba ada tracktor
(dompeng) yang menghampiri kami, naiklah kata orang yang menyetir tracktor (Dompeng)
tersebut, katanya Pak Akshan yang perintahkan.
Sekitar pukul 16.00 kami tiba dirumahnya Pak Akshan,
langsung diambil alih oleh kanda Ujang Hermansyah, SH dan Kanda Djamaluddin, SH
(Opha). Kami hanya di suruh Push Up seratus kali, kemudian makan kola sagu dan
diperintahkan mandi di air laut. Setelah itu kami istirahat dan makan
malam.
Jumat , 21
Oktober 2010
Catatan perjalanan
Sekitar pukul 07.00 kami beranjak dari rumah Pak
Akshan, setelah sarapan pagi dan berpamitan mobil yang kami tumpangi telah
datang mengambil kami, selamat jalan Pak Akshan selamat jalan Bu Akshan selamat
jalan warga Desa Siboang, kami tidak akan melupakan kalian semua, kebaikan,
keramahan serta antusias menyambut kedatangan dan kepulangan team Ekspedisi. Di dalam mobil kami semua bernyanyi, senang
karena pulang dengan selamat, ditengah perjalanan ada perbaikan jalan terpaksa
mobil yang kami tumpangi berhenti beberapa menit dan kemudian melanjutkan
perjalanan lagi. Sekitar pukul 15.00 kami tiba di kampus Untad,
Vila Hijau pun telah ramai, warga Fakultas Hukum semua menengok kepada kami
yang penampilan bringas dan sangar-sangar. Base Camp Mapala Kumtapala kini
sudah ramai, akan tetapi ada bisikan-bisikan yang tidak enak didengar mampir di
telinga kami, katanya team ekspedisi hilang di gunung Sojol, tapi kami tidak
menghiraukan itu karena kami mengangap bahwa kami tidak hilang hanya saja
terhalang oleh kondisi cuaca yang tidak bersahabat pada saat itu.
SEGENAP
TIM EKSPEDISI BERTERIMA
KASIH;
Kepada Allah S.W.T. penguasa alam semesta yang telah
memberikan kami kekuatan, kesehatan, kesempatan serta lindungan selama kami
mengikuti kegiatan Ekspedisi Budaya Masyarakat
Pedalaman Sojol 2010. Kepada
KETUM Mapala
Kumtapala (Kanda Enik Rahmawati) thanks atas saran-sarannya
dan rekomendasinya, Buat anggota Kehormatan dan Alumni
Fakultas Hukum UNTAD yang telah membantu kami dalam pendanan pada kegiatan ini
kami ucapkan terima kasih sedalam-dalamnya. Kepada Kanda Djamaluddin SH
alias Opha terima kasih atas Nasihat, saran-saran serta bantuan dananya. Untuk segenap
Anggota Tetap dan Anggota Muda Mapala Kumtapala Trims atas dukungannya dan
masukan-masukannya, buat Kanda Hamka Akib, SH thanks nasihatnya dan
arahan-arahannya, buat seluruh Anggota Kehormatan dan Anggota tetap serta
Anggota Simpatisan Mapala Kumtapala terima kasih atas dukungan Moril dan
materilnya kami tidak akan melupakan itu semua. ,
kepada Saudara-saudara sesama pecinta alam se – Kota Palu terima kasih atas
keikhlasan untuk meminjamkan peralatannya. kepada KPA Adventure terima kasih
atas carier nya, buat Pak Akhsan dan Bu Akhsan terima kasih atas jamuannya dan sambutannya, buat pak Guru beserta Warganya terima kasih atas
data-datanya, buat Om Jia (Om Kento) terima kasih banyak yach atas semuanya,
buat Kepala Desa Siboang, Kepala Desa Balukang II, Camat Sojol (Pak Sultani)
dan Kapolsek Sojol terima kasih atas izin dakinya, buat Bapak Rektor
Universitas Tadulako Sahabuddin Mustafa terima kasih atas Rekomendasinya
yaaa... untuk Bapak Kepala Dusun Bonde terima kasih atas rokok Clas Mild nya
dan snack serta jamuan makannya. Untuk
semua warga Dusun Sipator, Dusun Bonde, Desa Balukang II, Desa Bou dan Desa
Siboang kami ucapkan banyak terima kasih atas segala informasinya,
Kabut dan Badai serta hujan yang tiap harinya menemani kami di
pegunungan Sojol yang penuh keseraman “suatu saat kami pasti akan menapakkan
kaki kami lagi” pacet, anoa dan kutu babi
berkembang biak yang banyak yahhh… “ kemudian buat Pinang Hutan, Rotan dan Enau
terima kasih karena kalian kami bisa minutes logistic kami hehehehehehehe…….” GIGITAN PACET Daun MU “masih gatal nih…..” Kutu Babi, waduh masih ada yang
melengket nich. Untuk jiwa-jiwa
petualang sejagad raya Sojol Menanti kalian, marilah
kita sama-sama menjaga alam ini beserta isinya karena alam mencintai yang
mencintai alam. Dan untuk semua
pihak yang tidak sempat kami sebutkan yang telah berpartisipasi secara langsung
maupun tidak langsung kami ucapkan terima kasih banyak. Yang teristimewa untuk MAPALA
KUMTAPALA KU yang tercinta. Hanya kaulah yang
membuat kami jadi manusia pemberani, ulet, tekun, disiplin serta mandiri. “Abadilah Engkau Dalam kejayaan”.
Salam Lestari.











MANTAB MEMANG SAUDARA-SAUDARAKU SEPERJUANGAN, TELAH MENJALAJAHI GUNUNG TERTINGGI DI SULAWESI TENGAH..... MANTAB....MANTAB. TETAP SEMANGAT DAN TETAP KOMPAK YACH.........
BalasHapusTERIMA KASIH.