Dalam Hidup, Tidak Ada Yang Mutlak selain Perubahan. Tugas Sejarah Kita Adalah Merubah Perubahan Itu. Maka Mulailah Perubahan dari Diri Kita. Tidak ada Mustahil Jika Kita Punya Tekad Kuat Untuk Berubah.

Kamis, 22 September 2011

"Sojol Sangat Mengaggumkan Buat Qoe"



Aktivitas pendakian saat ini sangat didukung oleh kondisi alam di Sulawesi Tengah yang mana banyak dijumpai pegunungan dan hutan belantara yang belum terjamah, keindahan alam merupakan anugerah sang pencipta kepada mahluknya yang merupakan bukti kebesaran -NYA untuk itu kita dituntut untuk mengelolah dan memanfaatkannya secara bijaksana.
Aktifitas mendaki Gunung dan menjelajah Rimba merupakan aktifitas yang sangat Ekstrim, pada saat pendakian harus memerlukan persiapan yang matang baik segi mental, fisik maupun materi serta hal-hal penunjang lainnya. Hal ini wajib dilakukan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan saat pendakian nantinya.
Team Ekspedisi Budaya Masyarakat Pedalaman Sojol 2010 kali ini melintas dengan titik star mengambil lokasi di Dusun Sipator Desa Siboang dan finish di Dusun Bonde Desa Balukang II Kec. Sojol Kab. Donggala.

Minggu, 25 September 2010, ± 1 bulan setelah terbentuknya team yang dinamakan team Ekspedisi Budaya Masyarakat Pedalaman Sojol 2010 MAPALA KUMTAPALA Fak. Hukum Univ. Tadulako, yang terdiri dari 12 orang (Febrianto, Anggri Juliansyah, Sudirman, Sulfikar, Moh. Rifai, Moh. Akbar, Satria Abdi, Farid Triadi, Moh. Rifki, Sandi Prasetya, Risman dan Arrahman). Itulah nama-nama team Ekspedisi Budaya Masyarakat Pedalaman Sojol 2010. Keutuhan, keyakinan, serta totalitas team ditunjukan setelah terbentuknya team tersebut. Semua perlengkapan team, pribadi, logistic, surat izin kegiatan sudah dipersiapkan sebelumnya.
Senin, 26 September 2010  hari yang paling ditunggu, hari yang paling bahagia sekaligus meneggangkan, tepat pada pukul 13.37 team bersama-sama Dewan Pembina, Anggota Kehormatan, Anggota Tetap, Anggota Muda serta Calon Anggota Mapala Kumtapala melakukan Upacara Pelepasan, yang dipimpin langsung oleh Kanda Wawan Ilham, SH dan Pembina Upacara oleh Kanda Djamaluddin, SH. Setelah itu lingkaran hening pun dilakukan (sesuai tradisi KUMTAPALA) sambil berpegangan tangan seraya berdoa agar semua team kembali dengan selamat. Wajah sedih, lesu, tangis dan bahagia nampak mengiringi keberangkatan team Ekspedisi Budaya Masyarakat Pedalaman Sojol 2010, itulah sejenak yang kami tinggalkan. Pukul 14.20 team Ekspedisi telah meninggalkan Base Camp Mapala Kumtapala tercinta menuju ke pertigaan Kampus Untad sambil menunggu mobil menuju ketempat lokasi kegiatan (Siboang).
Selasa, 27 September 2010 sejak berangkat dari pertingaan kampus Untad, mobil track yang kami tumpangi tiba pada pukul 10.42 di Desa Siboang, yang seharusnya tiba pada malam hari, karena mobil tersebut masih memuat semen di Pantoloan jadinya tiba pada pagi hari. Wajah Ibu Aksan kaget sambil tersenyum melihat 12 orang turun dari mobil, inilah kami, inilah mahasiswa yang pernah berjanji akan kembali saat survey sebelumnya. Team pun menurunkan semua barang-barang dan langsung istirahat sejenak setelah itu team breeffing. Breeffing tersebut menghasilkan bahwa sebagian team mengantar surat pemberitahuan kegiatan kepada kepala Desa Siboang, Camat Sojol, Kepala Desa Siboang dan Kapolsek Sojol, sebagian team lagi membuat plakat di pertigaan Sipator dan sebagian team lagi ditugaskan untuk mencari data mengenai sejarah Sojol (Observasi).
Rabu, 28 September 2010,  pukul 08.00 Wita team Ekspedisi Budaya Masyarakat Pedalaman Sojol 2010 dilepas langsung oleh Kepala Desa dan Sekretaris Desa serta Warga setempat untuk berangkat ke Dusun Sipator sebagai titik star pendakian dengan memakai mobil track. Pukul 12.00 team Ekspedisi tiba di titik star pendakian tepatnya di Rumahnya Pak Guru. Team langsung disambut gembira oleh warga Dusun Sipator, akan tetapi saat itu Pak Guru tidak berada di tempat, team pun langsung istirahat.
Kamis, 29 September 2010 pada pukul 07.00 sebagian team beraktivitas sebagai mana mestinya, yaitu memasak, mandi dan mencuci. Pada malam hari  team melakukan observasi sesuai dengan nama kegiatan yang kami lakukan, responden pada saat itu adalah Pak Guru, selama ± 4 jam team mencari data mengenai Sejarah Sojol serta kebiasaan-kebiasaan masyarakat setempat. Akan tetapi responden tidak mengetahui sejarah sojol itu sendiri. Akhirnya data yang kami dapat saat itu masih minim, dan team sepakat akan menambahkan data tersebut di perkampungan selanjutnya.

Jumat, 30 September 2010
Catatan Perjalanan
Awal kegiatan pendakian sekaligus disambut oleh hujan yang begitu deras, setelah berpamitan pada warga Dusun Sipator  pada pukul 13.00. team ekspedisi bergerak dan hari pertama pendakian dipertengahan perjalanan team istirahat di sebuah pondok warga karena gait yang telah dibicarakan sebelumnya ragu untuk melanjutkan perjalanan karena jalur yang dilewati menyeberangi sungai dan saat itu banjir, kemudian team langsung breeffing, keputusan breeffing tersebut adalah istirahat dan dilanjutkan besok pagi berarti hari ini kami berjalan selama 2 jam. Malam yang sama team breeffing lagi untuk membicarakan siapa-siapa yang bertugas besok sekaligus membicarakan utang waktu yang ditempuh tadi dan harus dibayar besok.

Sabtu, 01 Oktober 2010
Catatan Perjalanan

Pada hari ini team harus membayar waktu yang kemarin. Kondisi medan kali ini sangat menantang yang mana satu hari full tanjakan, satu orang yang drop hari ini yaitu  Saudara Risman, maklum tidak latihan fisik sebelumnya. Pukul 11.45 team istirahat untuk ngopi sejenak sekaligus  resection. Pukul  15.10 team tiba di puncak, navigator pun (Saudara Sulfikar) langsung resection dengan titik koordinat : T = 120º 08' 30"  U = 0º 28' 35". Saudara  Sudirman, Moh. Akbar, Moh. Rifki dan Farid Triadi pergi untuk survey jalur. Mereka katakan didepan medannya menurun, akan tetapi sekitar 100 meter dari tempat resection ada tempat landai serta ada sumber air (sungai musiman). Dan akhirnya team sepakat untuk istirahat pada pukul 15.45. selesai membuat bivack dan memasak team breeffing seperti biasanya yaitu penentuan tugas-tugas pada esok hari.
Minggu, 02 Oktober 2010
Catatan Perjalanan
Setelah semuanya telah bangun, masing-masing anggota team telah membagi tugas ada yang membongkar tenda, ada yang memasak dan ada pula yang mempacking. Pukul 07.00 anggota team melingkar sambil berpegangan tangan untuk berdoa. Team harus bergegas turun kata ketua team. Kali ini anggota team tidak ada yang drop semua berjalan dengan cepat bahkan ada yang berlari karena medan yang ditempuh kali ini menurun, kesempatan pun kami maksimalkan dengan sebaik-baiknya. Tepat pukul 12. 00 kami istirahat sejenak untuk ngopi serta resection kali ini sumber air sama sekali tidak ada. Setelah itu team melanjutkan perjalanan tepat pukul 16.30 team mempersiapkan segala sesuatunya untuk nginap di camp III. Di camp III ini alhamdulilah ada air.  Seperti biasanya setelah semua makan malam team langsung breeffing untuk membagi tugas esok harinya.

Senin, 03 Oktober 2010
Catatan Perjalanan

Kali ini team menyusuri sungai dan menyipir lereng-lereng gunung, tujuan kami tercapai yaitu di rumahnya Pak Birata, rencananya disini kami mengambil data lagi (observasi) tapi responden sama sekali tidak tahu dan tidak mengerti semua pertanyaan yang gait tanyakan. Team tiba di rumahnya Pak Birata sekitar pukul 13.00 wita.  Team breeffing memutuskan untuk tidak memakai tenaga gait lagi sampai kepuncak Kumtapala dan untuk menghargai waktu team tidak berlama-lama lagi dirumahnya Pak Birata tersebut dan langsung berangkat. Saudara Sudirman sengaja membawa pakaian untuk diberikan kepada masyarakat pedalaman Sojol, tetapi kali ini kami menukarkan dengan bête atau talas, masing-masing anggota team mempacking talas tersebut. Inilah kesempatan yang kami gunakan untuk meminutes logistic yang kami sediakan sebelumnya.
Selasa, 04 Oktober 2010
Catatan Perjalanan
Pada hari ini kondisi medan bervariasi sumber air pun masih ada, tidak ada anggota team yang drop pada hari ini, semua berjalan dengan penuh semangat dan kekompakan team pun semakin terjaga dengan suara-suara yang keluar dari beberapa anggota team “Kumtapala” kata-kata itulah yang membuat kami terus menelusuri hutan belantara, tidak ada keluhan-keluhan yang terdengar. Pukul 11.30 team istirahat membuang rasa lelah sejenak, disini canda tawa terdengar disela-sela team. Ada beberapa orang yang ditugaskan ketua team untuk survey jalur dan sambil membersihkan jalur yang tertutup, setelah itu kami melanjutkan perjalanan dengan penuh gairah yang tinggi. Pukul 16.00 wita, team istirahat sejenak dan kemudian tiga orang dari team di tugaskan untuk survey jalur beberapa ratus meter kedepan karena jalur didepan agak menanjak, lama team lain menunggu team survey pun tak kunjung datang, akhirnya kami memutuskan untuk buat bivack, disela-sela membuat bivack team yang ditugaskan telah datang dan mereka mengakatan bahwa jalur didepan agak menanjak, tidak layak untuk ngecamp.  Semua bergerak tanpa pembagian tugas, disini dilihat kekompakan team, kerjasama yang baik dan alhamdulilah semua bekerja, semua berfungsi dari berbagai komponen team. Ada yang memasak, bangun tenda, cari kayu, buat api. Walaupun team ekspedisi ini terdiri dari tiga angkatan akan tetapi rasa persaudaraan itu tetap melekat dalam hati masing-masing team.

Rabu, 05 Oktober 2010
Catatan Perjalanan
Pukul  06.00 wita semua anggota team sudah bangun dan langsung memasak dan yang lain vacking barang dan bongkar tenda. Pukul 08.15, kami melanjutkan perjalanan karena masih ada beberapa anggota team yang kurang  fit. Kami harus bergegas melangkahkan kaki kami.  Pacet dan awan hitam yang mengancam perjalanan kami, karena seperti biasanya sebelum siang hujan mengguyur membasahi kami. Di tengah perjalanan kami menemukan paralon yang bertuliskan pos air yang dibuat oleh Mapala Kumtapala pada tahun 1994, sebagian anggota team ditugaskan mengambil air karena persediaan air sudah menipis, setelah itu kami melanjutkan perjalanan, Aakkhhh di tengah-tengah perjalanan sebelum jam 11 wita kami semua basah kuyup walaupun jas hujan (ponco) telah melindungi badan kami.  Kami harus istirahat sejenak untuk memperbaiki  cariel yang kami bawa apakah sudah saffety atau belum, semua harus diperiksa seperti halnya polisi yang mengadakan swiping barang tajam.
Hanya beberapa menit kami memeriksa cariel, kami harus mempercepat langkah lagi sebelum semuanya kedinginan, kali ini kami tidak istirahat siang, kami tidak mengenal waktu siang lagi, mungkin keasyikan berjalan atau melawan dinginnya Sojol.  Jalan semakin anarkis, jalur semakin membingungkan, string line entah sembunyi dimana. Kami harus memanjat akar-akar pohon dengan membawa beban yang semakin berat saja.  Sekitar pukul 15.02 wita, tiba-tiba ketua team (Akbar) terbaring dan beliau mengehembuskan nafasnya satu-satu, kami semua kebingungan dan ketakutan, apa yang terjadi.  Salah satu orang berteriak “ kita bangun tenda disini saja (ngecamp) “ suara tersebut terdengar dari belakang, dan semuanya sepakat karena saudara Akbar tidak bisa lagi melanjutkan perjalanan.  Semua bergegas membongkar cariel masing-masing dan langsung membuat tenda, kemudian Akbar di lempar ke dalam tenda Domne dan langsung di bungkus tiga lapis Sleeping Bad (SB).  Aktivitas malam, kami hanya ngopi dan merokok sambil diskusi, untuk pembagian tugas nanti besok paginya.    

Kamis, 06 Oktober 2010 
Catatan Perjalanan
Perjalanan kami lanjutkan sekitar pukul 07.18 wita, beban semakin hari semakin berat saja, entah apa yang bertambah di dalam carier kami.  Masih tetap semangat walaupun beban semakin berat, seiring waktu berjalan kami pun terus bergegas berjalan, akan tetapi tiba-tiba di tengah perjalanan yang tadinya kami ingin mengejar target Puncak Kumtapala terkendala dengan adanya salah satu anggota team yang droop (Moh. Rifai) selaku leader dalam perjalanan yang kemudian langsung meminta diganti sebagai leader oleh anggota team yang lain (sulfikar) setelah kondisi (Moh. Rifai) sudah memungkinkan untuk berjalan kembali kami pun melanjutkan perjalanan, dengan bergegas kami berharap bisa mencapai target kami yaitu Puncak Kumtapala, akan tetapi semua terhalang oleh cuaca yang kurang bersahabat (badai), akibat cuaca yang kurang bersahabat itulah kami pun sepakat untuk menghentikan perjalanan dan membuat Camp yang kami namakan camp alternatif, setelah leader yang baru melakukan survey beberapa ratus meter kedepan dan hasilnya di depan tidak ada lagi tempat yang bisa kita gunakan untuk ngecamp.
Semua team pun bergegas untuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk persiapan ngecamp,   ada yang langsung mendirikan tenda domne, membuat bivauck, membuat api, dan memasak. Setelah semuanya rampung maka seluruh team mengganti pakaian yng sudah basah sambil menunggu waktu makan, setelah semua anggota team makan seperti biasanya sebelum kita istirahat kami menyempatkan untuk breefing untuk menyusun strategi perjalanan esok hari.

Jumat, 07 Oktober 2010
Catatan Perjalanan

Pagi yang cerah, kami bergegas untuk memasak dan selanjutnya packing barang masing-masing, seperti biasanya membentuk lingkaran, berpegangan tangan dan berdoa. Tepat pukul 07.24 kami berangkat, berjalan cepat bahkan ada yang berlari karena kami harus mengejar target. Pukul 12.15 kami istirahat karena hari ini adalah hari jumat, tidak bisa resection ataupun orientasi medan karena kabut telah naik sebelumnya, terpaksa kami hanya ngopi sambil bercanda tawa untuk menyenangkan hati teman-teman lain. Hujan membasahi kami ditengah-tengah istirahat tersebut, terpaksa masing-masing mengamankan diri dengan membuka ponco, team harus bertahan karena waktu belum menunjukkan pukul 12.00. canda tawa masih mewarnai kerumunan kami, inilah yang kami tunjukkan pada gunung yang penuh mistic, penuh kesuraman dan tantangan. Pukul 12.20 telah lewat, kami melanjutkan perjalanan, hujan semakin deras bercampur badai, ditengah perjalanan salah satu dari team droop (Sudirman). Teman-teman nafasnya sinchan tinggal satu-satu, semua ketakutan anggota team terfikir bahwa sudirman akan mati hari ini juga. Sebagian team berlarian untuk mencari tempat yang layak untuk mendirikan tenda. Pukul 14.10 kami istirahat hari ini karena dihantam badai dan hujan. Tiga orang yang pergi survey beberapa Ratus Meter kedepan, sekitar lima belas menit kami menunggu akhirnya team  survey tersebut datang sambil berteriak Puncak……Puncak…..Puncak Kumtapala. Alhamdulilah puncak sudah didepan tapi lagi-lagi tidak bisa dipaksakan untuk berjalan, ada beberapa anggota team yang tidak mampu untuk berjalan.

Sabtu, 08 Oktober 2010
Catatan Perjalanan
Pagi yang suram entah sial apa yang kami dapat hari ini, malam hujan paginya disambut dengan badai.  Anehnya,  badai dilokasi kami membuat tenda tidak ada, tapi dibagian puncak Kumtapala badai itu berkeliaran. Hujan masih saja menyirami tenda kami, dinginnya minta ampun. Kami hanya mengurung diri di dalam tenda sambil menunggu redahnya hujan dan berhentihnya badai. Pada pukul 14.43 kami melanjutkan perjalanan karena badai sudah menghampiri tenda kami hujan pun sudah mulai redah. Banyak string line yang berhamburan ditanah, teman-teman yang ditugaskan untuk memasang string line sudah tidak merasa string yang dibawahnya jatuh, Untung sweaper jeli pada saat itu. Tidak berapa lama kami berjalan puncak Kumtapala telah kami dapatkan, semua team berpelukkan dan masing-masing mengeluarkan air mata kebahagiaan, rasa haru, bangga serta air mata rasa capek. Kami harus bergegas meranjak dari puncak Kumtapala ini, karena badai masih menemani kami, ambil gambar satu-persatu, perangkatan dan seluruh team, hanya sekitar 20 menit kami dipuncak Kumtapala tersebut. Semua menengok keatas ranting-ranting pohon beterbangan diatas kepala kami, seakan-akan ujung pohon bersentuhan dengan tanah, masing-masing berteriak “awas hati-hati perhatikan pohon”. Pukul 16.30 dengan sangat terpaksa kami memutuskan untuk bangun camp di punggungan silet, kemudian ketua team (Moh. Akbar) menugaskan lagi beberapa anggota untuk survey, namun kata mereka kondisi medan didepan  menurun.
Seperti biasanya seluruh team bergegas untuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk keperluan ngecamp, setelah semuanya rampung baik itu tenda, perapian maupun logistik  kami pun makan, seperti malam-malam sebelumnya selesai makan seluruh team tidak langsung tidur kami pun meluangkan waktu untuk breefing untuk persiapan esok harinya setelah selesai kami pun langsung beristirahat untuk memulihkan stamina.

Minggu, 09 Oktober 2010
Catatan Perjalanan
Pada hari ini kondisi medan bervariasi, tanjakan lalu menurun, badai dan kabut pun masih menemani setiap langkah kami, jalan sangat licin tidak bisa dihitung berapa banyak dari kami yang sering menyambarkan pantatnya ketanah. Tim star pukul 07.30, lagi-lagi hari ini tidak bisa resection, kami sudah lupa waktu, yang biasanya waktunya kopi break tapi kami keasyikkan berjalan dengan melawan dingin dan kabut yang tebal, sebelum hujan turun, kami harus berjalan terus, karena pengalaman-pengalaman setiap hujan pasti ada yang drop. Tidak lama kemudian ditengah perjalanan hujan menyirami kami, ooohhhh tangan terasa keram, darah seakan tidak mengalir lagi, tangan sudah tidak bisa dikepalkan lagi. Tapi kami harus melawan itu, berjalan terus sambil menghibur satu sama lain. Pukul 14.30 kami memutuskan untuk membuat tenda, hampir semua team tidak mampu berjalan diakibatkan suhu yang dingin dan ditambahnya lagi hujan. Anggry dan Sulfikar yang masih mampu saat itu pergi survey mereka bilang  bahwa batu yang senior Kumtapala maksud sudah didepan. Alhamdulilah….. serentak mengakatakan Alhamdulillah, berarti puncak Sojol sudah dekat.

Senin, 10 Oktober 2010
Catatan Perjalanan
Pukul 05.00 seluruh team sudah bangun memasak setelah selesai memasak seluruh team langsung mempacking barang dengan cepat, setelah semua selesai team langsung berdoa kemudian melanjutkan perjalanan pada pukul 06.55 wita dan seperti perjalanan sebelumnya kabut pun masih setia  menemani setiap langkah kami, disinilah kami terkecoh yang sebenarnya jalur menuju puncak ke arah kanan kami hanya mengikuti string line yang ada dan mengarah ke kiri kami pun mengikuti stringline yang ada, di tengah perjalanan stringline tersebut putus (hilang) kami pun berpencar untuk mencari stringline beberapa lama kemudian semua team berkumpul dan tidak satu pun yang berhasil menemukan stringline, kami pun breefing dan memutuskan untuk melanjutkan perjalanan berharap akan mendapatkan stringline yang hilang, kami harus menenangkan diri, tidak rusuh dan tidak panik.  Menurut keterangan senior-senior yang pernah naik Sojol sebelumnya  bahwa, dari arah puncak Kumtapala ke Puncak Sojol tidak akan menemukan air, tapi mengapa kami menemukan air yang begitu deras?.  Pukul 13.15 kami masih berusaha mencari jalan untuk menuju puncak Sojol, tapi kami tidak menemukannya.  Diam, lalu breefing lagi.  Cuaca cerah, tapi semua sudah tampak kedinginan, lesuh, capek dan gelisah semua bercampur aduk menjadi satu.  Dan memutuskan untuk nginap karena bila team kembali ke batu-batu pasti kemalaman di tengah  jalan.  Posisi kami berada dilembah saat itu (beberapa meter diatas sungai).  Pada saat itu kami mempunyai dua pilihan yang pertama kembali ke jalur semula (batu-batu) dan yang kedua menyeberangi sungai lalu pindah kepunggungan sebelah.  Dan kami sepakat untuk pilihan kedua.  Beberapa anggota team mencari pinang hutan untuk dimakan, yang lain lagi mencari kayu bakar dan yang lain lagi buat tenda.  Sekitar Pukul 19.15 wita kami mengoreksi arah lintasan, yang sebelumnya (tadi sore) sudah dilakukan Orientasi Medan (Ormed), kata Navigator (Sulfikar) bahwa kita harus kearah barat.
Selasa, 11` Oktober 2010
Catatan Perjalanan
Pukul 06.25 kami siap berangkat, seperti biasanya berbentuk bundaran dan berpegangan tangan lalu berdo’a, kami bergegas melangkahkan kaki dengan tujuan sesuai dengan hasil breeffing kemarin, kali ini kami menyeberangi sungai yang begitu deras, melawan arus lalu naik kepunggungan, pukul 11.12 kami tiba di punggungan, saat itu Rahman dan Anggry yang lebih depan, dengan susah payahnya kami menaiki gunung yang begitu terjal tiba-tiba mereka berdua berteriak “ tunggu, tahan di tempat “.  Ada apa lagi ini… mereka menawarkan untuk breeffing lagi, sekalian cofy breek.  Mereka mengatakan bahwa kita sudah salah jalur, di depan masih ada puncak yang tinggi kemungkinan besar itu puncak Ogoamas.  Lalu ketua team bertanya kita harus kemana lagi, Anggry berusaha menetralkan suasana itu, ia membuat sesuatu sehingga semua anggota team bisa tertawa.  Kami memutuskan untuk kembali lagi kesungai, naik keatas ketempat nginap yang tadi malam.  Hahahaa….. semua tertawa, aneh, lucu, katanya kita semua hanya berjalan di tempat.  Pukul 15.12 kami tiba di tempat nginap sebelumnya, dan seperti biasa masing-masing beraktivitas untuk mengerjakan sesuatu.  Buat api unggun untuk mengeringkan pakaian yang basah akibat hujan yang tiap hari menemani langkah kami.  Sambil mengeringkan pakaian kami breeffing lagi, ditengah-tengah alotnya breefing tiba-tiba ada yang mengagetkan kami.  Api, api yang tadinya kecil tiba-tiba menyala besar seperti di siram bensin satu jergen, dan ternyata banyak korban pada saat mengeringkan pakaian tersebut. Sepatu, baju, celana banyak yang terbakar, hahahahaaa….. semua tertawa sepertinya kejadian itu menjadi hal yang terlucu selama pendakian.  Kami harus istirahat cepat karena besok pagi harus berangkat lebih cepat lagi menuju ke tempat semula (batu-batu).       

Rabu, 12` Oktober 2010
Catatan Perjalanan
Sekitar pukul 06.10 kami berangkat, kami harus membayar ini semua, hanya berkisar 3 jam kami berjalan akhirnya team menemukan tujuan yang dimaksud (batu-batu).  Kemudian kami melanjutkan ke jalur awal, target team kali ini adalah pertigaan Bonde, di tengah perjalanan tiba-tiba Handphone salah satu team (saudara Sandy) berbunyi, entah keajaiban apa yang kami dapat padahal menurutnya HPnya sudah mati total.  Pada saat itu bertepatan dengan pukul 11.48 wita, dan kami ngopi sejenak sambil menghubungi team pembantu yang ada di posko induk karena HT yang kami bawa sudah tidak berfungsi lagi. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan, sekitar 500 meter kami telah menemukan plakat pertigaan Bonde, foto-foto dan istirahat sejenak  lalu kami kembali kebatu-batu untuk mencari jalur yang sebenarnya. Pukul 15.10 kami tiba di batu-batu yang dimaksud, Akbar dan Farid survey jalur yang pastinya tidak kesebelah kiri lagi, dan yang lainnya mendirikan tenda domne. Tidak lama kemudian Akbar dan Farid datang mereka bilang bahwa kami telah menemukan jalur menuju puncak Sojol, tapi tertutup oleh gulungan rotan dan pohon-pohon yang tumbang bertandakan bahwa jalur ini sudah lama tidak dilalui.  Kami semua senang, senang karena harapan, cita-cita serta kebanggaan tidak lama lagi akan kami raih.

Kamis, 13` Oktober 2010
Catatan Perjalanan
Pukul 6.30 wita kami pun melanjutkan perjalanan menuju puncak Sojol, di hari yang ketiga belas ini hanya tiga  orang saja yang membawa  carier  yang berisi snack dan trangia serta air minum, kekompakan team pun masih utuh dan ini yang selalu kami inginkan.  Dengan  penuh semangat kami pun mendaki sambil berlari dan yang menjadi leader rekan kami Sulfikar di temani Moh. Rifai yang begitu cepat menuntaskan perjalanan sehingga mereka berdua yang lebih dahulu menemukan Triangulasi Puncak Sojol yang menjadi tujuan kedua dari Expedisi Budaya Pedalaman Masyarakat Sojol.
Pukul 9.30 wita, akhirnya  semua team berhasil meraih Puncak Sojol, seluruh team terharu, ada kebanggaan tersendiri yang terpancar diwajah ke dua belas orang lelaki yang sampai saat ini sudah tiga belas hari di hutan belantara yang begitu bringas, seram dan mistic.  Saling  berpelukan dan meneteskan air mata mengingat betapa beratnya perjuangan untuk meraih puncak Sojol dan di satu sisi seluruh team merasa bangga telah berhasil dan mendapat kepuasan tersendiri.  Kemudian semua team saling bergantian untuk mengabadikan puncak Sojol dengan berfoto-foto, setelah pengambilan dokumentasi selesai kami pun menyempatkan waktu untuk makan snack yang kami bawa serta minum coffe untuk menghilangkan rasa dingin yang semakin menusuk.  Kami mengelilingi Triangulasi, tangan dikepalkan lalu di letakkan didada kiri dan bernyanyi (MARS KUMTAPALA), dan menyusul ucapan ulang tahun kepada Mapala Kumtapala yang ke-XX.   
Setelah selesai makan dan minum tepatnya pukul 10.00 wita  kami pun bergegas mempacking perlengkapan yang kami gunakan dan kemudian langsung turun menuju batu dimana perlengkapan lainya kami tinggalkan, tiba-tiba di tengah perjalanan turun salah seorang anggota team kakinya terkilir (Sudirman) yang mengakibatkan perjalanan menjadi sedikit terhambat berkat suport dari rekan-rekan yang lainnya dia pun memaksakan diri untuk tetap berjalan semampunya. 
Tepat pukul 13.00 wita kami pun tiba di batu tempat semua perlengkapan kami tinggalkan, melihat kondisi salah satu anggota team yang kakinya terkilir dan tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan  kami pun breefing dan memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan dan tetap menginap.
Jumat, 14` Oktober 2010
Catatan perjalanan

Pukul 06.10 wita seluruh anggota  team berangkat dan langsung memasak setelah semua makanan masak seluruh team langsung makan, tanpa membuang-buang waktu setelah selesai makan seluruh team langsung mempacking barang dan kemudian dilanjutkan dengan berdoa, setelah selesai berdoa seluru team langsung bergegas melanjutkan perjalanan menuju pertigaan Bonde.
Pukul 9.00 wita seluruh team tiba di pertigaan Bonde dan langsung mencari stringline TWKM 2003, kami pun belum mendapat stringline yang kami cari namun kami mendapatkan jalan setapak kami pun berpikir bahwa jalur yang kita temukan itu adalah jalur TWKM 2003  namun kami salah, kami pun tetap mengikuti jalur tersebut berharap bisa mendapatkan stringline yang tersisa, ditengah perjalanan kami terjebak oleh hujan yang begitu deras dan sebagian dari team telah kedinginan dan droop, maka kami memutuskan mendirikan tenda untuk berlindung sembari menunggu hujan reda, setelah hujan reda kami pun langsung bergegas lagi mempacking barang dan langsung melanjutkan perjalanan setelah begitu lama kami berjalan namun kami tidak juga menemukan jalur yang kami cari, beberapa saat kemudian ketua team berinisiatif untuk mengumpulkan seluruh anggota untuk membicarakan apakah jalur yang kita ikuti masih akan kita lanjut atau tidak mengingat sudah begitu jauh kami menelusuri namun jalur yang kita cari tidak juga kami dapatkan, dan hasil breefing tersebut kami sepakat untuk balik menuju pertigaan Bonde tempat dimana kami memulai pencarian jalur turun.
karena kami turun terlalu jauh maka untuk balik ke pertigaan Bonde dengan waktu yang tersisa  kami pun tidak berhasil mengejar target pertigaan Bonde karena hari sudah sore kami pun berkumpul dan langsung sepakat untuk menginap, dengan semangat dan tenaga yang tersisa kami pun langsung bergegas mendirikan tenda dan langsung mengganti pakaian setelah itu kami pun memasak, setelah semua makanan masak tanpa banyak basa basi seluruh team langsung makan dengan begitu lahapnya.
Selesai makan kami pun langsung mengeluarkan semua sisa logistik yang ada dan langsung menghitung kekuatan logistik yang kami miliki dan hasilnya kami masih memiliki persiapan logistik untuk empat hari. Setelah selesai menghitung logistik navigator menyempatkan diri untuk membuka peta dan mmemberitahukan kepada seluruh team bahwa besok kita mencoba jalur sebelah kanan. Setelah selesai kami pun langsung istrahat tidur untuk mengembalikan stamina yang telah hilang.
Sabtu, 15 Oktober 2010
Catatan perjalanan

Pada hari ke lima belas tepatnya pukul 5.00 wita, seluruh team telah bangun dan langsung memasak untuk sarapan pagi setelah semua masak seluruh team langsung makan, tanpa membuang-buang waktu selesai makan seluru team langsung mempacking barang kemudian berdoa dan langsung melanjutkan perjalanan menuju pertigaan Bonde.  Pukul 06.49 wita team berangkat.  Setibanya di pertigaan jalur Bonde seluruh team langsung berpencar mencari stringline dan alhasil salah satu dari anggota team menemukan stringline yang mengarah ke kanan dan kemudian seluruh team diarahkan untuk mengikuti stringline tersebut namun di tengah perjalanan stringline yang kami ikut tiba-tiba hilang dan team langsung berpencar mencari stringline dan hasilnya seluruh team tidak ada yang menemukannya, kami pun tetap melanjutkan perjalanan dengan melewati punggungan walaupun tanpa stringline ternyata punggungan yang kami ikut putus dan terjal dan tidak memungkinkan untuk dilewati. Kami pun berkumpul dan mengambil keputusan untuk balik lagi ke atas karena jalur yang kami ikuti tidak memungkinkan untuk di lewati dan sangat membahayakan keselamatan team lagi-lagi di tengah perjalanan balik ke atas kami terjebak dengan waktu yang sudah sore dan kami langsung berpencar mencari tempat yang landai untuk mendirikan tenda untuk menginap sekitar pukul 04.20 wita. Tanpa banyak komentar seluruh team langsung bergegas mendirikan tenda dan langsung memasak serta makan setelah selesai makan seperti biasanya kami tidak langsung tidur kami pun breefing untuk menyusun strategi besok.

Minggu, 16 Oktober 2010
Catatan perjalanan

Masuk pada hari ke enam belas, hari ini  kami bangun sekitar pukul 06.18 wita dan langsung memasak serta makan dan mempacking barang  dan sebelum berdoa kami pun berkomitmen bahwa kita harus menyipir di sebelah kanan dan apapun yang ada di depan kita harus terobos dan tidak ada kata balik dan semua team sepakat kemudian kami berdoa, setelah selesai berdoa kami langsung berjalan dua orang anggota team langsung mengeluarkan parang dan langsung menerabas apa yang ada di depan dan membuat jalur baru untuk turun sekitar pukul 07.25 wita.   Logistik sudah mulai menipis sumber air pun pada hari ini tidak ada, kami harus bergegas turun, jalur semakin hari semakin tidak jelas saja, entah sial apa yang kami dapat dalam pendakian ini.  Hujan dan kabut masih menemani dalam setiap langkah kami, tapi tidak membuat semua anggota team patah semangat, semua berfikir pada kehidupan, semua punggungan yang kami lewati terputus (longsor), pukul 11.20 kami istirahat, kami tidak bisa menghubungi team pembantu di posko induk, tidak ada jaringan dan Handy Talkye tidak berfungsi.  Kami harus bergegas, banyak kotoran Anoa yang kami temukan, kami menyipir di punggungan karena kami memastikan bahwa naik keatas pasti jalurnya terputus.  Hanya beberapa jam kami melangkahkan kaki hujan sudah menemani langkah kami, batuan lepas yang kami lewati terpaksa satu persatu turun karena pasti resikonya sangat tinggi jika berbarengan berjalan.  Sepertinya putus asa, tapi itu tidak bisa terjadi kami harus menenangkan fikiran, berfikir jernih dalam menghadapi tantangan ini.  Tiba pukul 16.00 kami harus mencari tempat nginap, tiga orang di tugaskan oleh ketua team untuk mencari tempat nginap, saudara Anto berteriak bahwa di atas layak untuk tempat nginap.   Semua bergegas melangkah dan masing-masing membongkar carier lalu membuat tenda.  Yang lainnya mencari pinang hutan dan umbut rotan untuk makanan malam ini, alhamdulilah kami tidak memakai logistik yang telah kami bawa sebelumnya, kali ini kami survive.  Pukul 18.35 wita kami breeffing sekaligus memeriksa logistik yang masih tersisa.  Setelah itu ada yang tidur dan masih juga yang diskusi dan memperdebatkan jalur yang telah dilewati.   
Senin, 17 Oktober 2010
Catatan perjalanan

Hari ketujuh belas perjalanan, sumber air alhamdulilah ada (sungai), pukul 07.12 wita kami siap untuk melanjutkan perjalanan, hari ini team masih menyipir, ini keputusan akhir, ini keputusan final yang mungkin tidak bisa diganggu gugat lagi, sesekali kami menyeberangi sungai, perkampungan sudah tampak dari atas tapi masih terlalu jauh.  Kekompakan team masih terjaga, utuh dan tidak ada yang bisa memecahkan kekompakan ini, kami tidak bisa resection karena posisi kami pada saat itu menyipir.  Saling menghibur sambil melangkahkan kaki di batuan lepas itu yang kami lakukan, semua anggota team tidak pernah berfikiran akan terjadi hal-hal yang seperti ini.  Ini mungkin yang dinamakan memacu adrenaline, menguji mental serta mampu berfikir dalam keadaan darurat, semua yang telah didapatkan waktu Pendidikan dan Latihan Dasar teraplikasikan di Ekspedisi ini, ternyata semua yang didapatkan walaupun yang dianggap tidak masuk akal, semua ada gunanya.
Pukul 12.00 wita kami istirahat, kami masih tetap menghubungi team pembantu di posko induk serta teman lain memanjat pohon untuk mencari jaringan Hand Phone, tapi masih saja tidak berhasil, gula telah habis yang tersisa hanya energen dan ABC Mocca.  Hanya beberapa menit kami istirahat, perjalanan pun kami lanjutkan dan baru sekitar beberapa jam kami berjalan tiba-tiba hujan turun begitu lebat dan kami masih memaksakan diri untuk tetap berjalan hingga kami mendapat tempat yang bisa kami gunakan untuk berteduh sembari menunggu semua anggota terkumpul ketika anggota semuanya terkumpul kami pun menyempatkan diri untuk berembuk untuk membicarakan bagaimana apakah perjalanan masih akan kita lanjutkan atau tidak mengingat waktu sudah menunjukan pukul 15.00 wita dan jalur yang kita lewati menyipir dan banyak batuan lepas dan apabila kita tetap melanjutkan perjalanan kemungkinan besar kami tidak akan mendapatkan lagi tempat istirahat  dan sangat berbahaya bagi keselamatan team.  Alhasil kami pun sepakat untuk tidak melanjutkan perjalanan dan langsung mendirikan tenda serta semua anggota team membagi job ada yang berusaha membuat perapian, ada yang mencari kayu bakar, dan beberapa orang anggota bergegas mencari umbut pinang yang ada di sekeliling kami untuk dijadikan menu makan malam kami.
Setelah semua bahan makan terkumpulkan kami pun langsung mengolahnya, setelah semuanya masak kami pun langsung makan dengan begitu lahapnya.  Seiring waktu berjalan yang terpikir oleh seluruh anggota team kapan dan kapan semuanya berakhir dan kami bisa tiba di perkampungan dan tanpa terasa hari sudah malam kami pun harus istirahat seperti biasanya sebelum istirahat kami meluangkan  waktu untuk breefing untuk menyusun strategi perjalanan esok harinya.
Selasa, 18 Oktober 2010
Catatan perjalanan

Hari ini pukul 5.00 wita semua anggota team telah bangun dan tanpa membuang-buang waktu kami langsung memasak dan makan setelah selesai kami langsung mempacking barang dan langsung berdoa setelah semuanya selesai kami pun langsung melanjutkan perjalanan sekitar pukul 06.57 wita dan jalur yang kami lewati masih menyipir di pegunungan. Pukul 12.00 wita kami berhenti sejenak untuk beristirahat untuk mengembalikan stamina kami yang sudah terkuras habis tidak beberapa lama kemudian kami pun melanjutkan perjalanan dan kami tidak lagi menyipir tetapi memotong jalur turun sampai ketepi sungai dan langsung menyusuri sungai, beberapa kali kami harus menyeberangi sungai, dengan penuh semangat dan tenaga yang tersisa  kami tetap melanjutkan perjalanan hingga kami menemukan tempat yang layak untuk menginap dan waktu telah menjelang sore hari saatnya untuk beristirahat sekitar pukul 16.27 wita, kami pun langsung mempersiapkan segala sesuatunya baik itu tenda, perapian dan logistik untuk makan malam, lagi-lagi yang menjadi menu makan malam kami yaitu umbut pinang, setelah semuanya selesai kami langsung makan setelah selesai kamipun langsung beristirahat ada sebagian anggota team belum tidur karena masih membicarakan jalur turun menuju perkampungan.
Rabu , 19 Oktober 2010
Catatan perjalanan

Ke esokan harinya tepatnya 5.30 wita seluruh team bangun kali ini kami telat bangun di karenakan kondisi fisik yang semakin menurun, tanpa membuang-buang waktu kami langsung mengolah sisa umbut pinang yang ada untuk menjadi sarapan pagi kami.  Setelah semuanya selesai makan seluruh anggota dengan begitu kompak mempacking barang serta langsung berdoa dan melanjutkan perjalanan kembali pada pukul 07.31 wita, akan tetapi jalur yang kami lewati masih menyusuri sungai sesekali kami masih menyeberangi sungai hingga waktu untuk istirahat siang tiba yang sebenarnya waktu untuk coffe break kami hanya beristirahat sejenak untuk mengambil umbut pinang dan langsung memakannya setelah selesai kami langsung melanjutkan perjalanan kembali dengan menyusuri sungai hingga pada akhirnya kami menemukan jalan setapak dan kami sangat yakin bahwa jalan yang kami temui itu adalah jalan yang di buat warga dan serempak seluruh anggota mengucapkan “alhamdullilah” akhirnya kita sampai juga. Kami pun masih melanjutkan dengan sisa tenaga yang ada hingga pada akhirnya salah satu dari anggota team ada yang sudah tidak mampu untuk melanjutkan perjalanan dan kami memutuskan untuk menginap di tepi sungai namun tempatnya cukup saffety untuk mendirikan tenda sekitar pukul 16.47 wita, dan lagi-lagi dengan begitu kompak seluruh team langsung mempersiapkan segala sesuatunya dan untuk menu makan malam kali ini kami tidak lagi umbut pinang akan tetapi umbut enau yang di ambil oleh salah seorang dari team yang ternyata lebih enak di bandingkan dengan umbut pinang dan langsung memasaknya.  Malam kami hanya mengisi untuk diskusi sambil bercanda tawa, rasa persaudaraan pun makin melekat disetiap anggota team.    
Kamis, 20 Oktober 2010
Catatan perjalanan

Di hari yang ke dua puluh ini kami berangkat 07.34 wita, saat kami memasak tiba-tiba dua orang warga Bonde yang hendak mengambil hasil hutan (rotan) menghampiri kami. Haaaaa… semua senang, gembira karena telah bertemu orang lain selain yang dua belas orang yang selalu bertatapan selama perjalanan.  Kami bergegas mempacking barang-barang kami, bergegas untuk turun sudah tidak sabar lagi melihat rumah dan orang banyak serta jalan aspal.  Logistik kami telah habis kecuali Blue Band dan garam saja yang tersisa, akhirnya survive  berhasil kami terapkan.  Berjalan di antara pohon cokelat dan kelapa, hari menjelang siang perut pun sudah kerongkongan seperti sudah tidak mampu lagi berjalan, ditengah jalan kami menemukan pohon jeruk milik warga setempat, lalu kami memintanya dan langsung disantap dengan lahapnya.  Beberapa ratus meter kedepan akhirnya kami telah tiba di Dusun Bonde, tidak puas dengan makan jeruk, kami meminta buah kepala yang juga milik salah satu warga dusun Bonde tersebut.  Bahkan bukan hanya kelapa saja yang dikasih tapi ada pisang dan rokok, tanpa ada rasa malu kami mengambil apa yang diberikan oleh masyarakat.  Pukul 11. 12 kami tiba di Rumah kediaman Bapak Kepala Dusun Bonde yang juga suku Lauje.  Kami disambut baik oleh Bapak Kepala Dusun, dijamu susu cokelat dan snack serta rokok.  Dirumah Bapak Kepala Dusun tersebut team diskusi dengan warga setempat mengenai kegiatan yang telah kami lalui. Beberapa saat kemudian kami disuruh makan, wahhhh, inilah yang kami nanti-nanti sebelumnya.
Team pembantu yang ada di posko induk telah datang menghampiri kami, tidak ada wajah kegembiraan yang nampak dari sekian orang datang tidak terkecuali Kanda Djamaluddin, SH (Opha), semuanya pasang muka suram, marah, kecewa telah beraduk menjadi satu.  Tidak lama kemudian korlap memanggil kami (Kanda Lilo) beliau mengatakan bahwa kami berjalan dari Desa Balukang II menuju Desa Siboang (rumahnya Pak Akhsan) selama dua jam dimulai dari pukul 14.00 sampai pukul 16.00 dengan  jarak 15 kilo meter, waahhhh ini mungkin hukuman, dengan berjalan diaspal ditemani dengan terik matahari seperti satu jengkal diatas kepala.
Saat kami berjalan, kami merasa seperti artis sehari, banyak warga yang melihat kami, entah apa yang dipikiran mereka. Aneh, bodoh, sakti atau apapun. Tidak sedikit juga warga yang memanggil kami untuk mampir dirumahnya, tidak sedikit juga warga yang memberikan kami makanan, rokok dan minuman bahkan ada juga masyarakat tidak tega melihat kami berjalan dengan membawa beban dan pada akhirnya kami ingin di naikkan di mobil, kami menolaknya dengan halus, kami mengatakan maaf kami dalam proses pendidikan jadi harus jalan sampai tujuan. Beberapa kilo meter kami berjalan tiba-tiba ada tracktor (dompeng) yang menghampiri kami, naiklah kata orang yang menyetir tracktor (Dompeng) tersebut, katanya Pak Akshan yang perintahkan.
Sekitar pukul 16.00 kami tiba dirumahnya Pak Akshan, langsung diambil alih oleh kanda Ujang Hermansyah, SH dan Kanda Djamaluddin, SH (Opha). Kami hanya di suruh Push Up seratus kali, kemudian makan kola sagu dan diperintahkan mandi di air laut. Setelah itu kami istirahat dan makan malam.      
Jumat , 21 Oktober 2010
Catatan perjalanan
Sekitar pukul 07.00 kami beranjak dari rumah Pak Akshan, setelah sarapan pagi dan berpamitan mobil yang kami tumpangi telah datang mengambil kami, selamat jalan Pak Akshan selamat jalan Bu Akshan selamat jalan warga Desa Siboang, kami tidak akan melupakan kalian semua, kebaikan, keramahan serta antusias menyambut kedatangan dan kepulangan team Ekspedisi.  Di dalam mobil kami semua bernyanyi, senang karena pulang dengan selamat, ditengah perjalanan ada perbaikan jalan terpaksa mobil yang kami tumpangi berhenti beberapa menit dan kemudian melanjutkan perjalanan lagi.   Sekitar pukul 15.00 kami tiba di kampus Untad, Vila Hijau pun telah ramai, warga Fakultas Hukum semua menengok kepada kami yang penampilan bringas dan sangar-sangar. Base Camp Mapala Kumtapala kini sudah ramai, akan tetapi ada bisikan-bisikan yang tidak enak didengar mampir di telinga kami, katanya team ekspedisi hilang di gunung Sojol, tapi kami tidak menghiraukan itu karena kami mengangap bahwa kami tidak hilang hanya saja terhalang oleh kondisi cuaca yang tidak bersahabat pada saat itu.














SEGENAP TIM EKSPEDISI BERTERIMA KASIH;

Kepada Allah S.W.T. penguasa alam semesta yang telah memberikan kami kekuatan, kesehatan, kesempatan serta lindungan selama kami mengikuti kegiatan Ekspedisi Budaya Masyarakat Pedalaman Sojol 2010. Kepada  KETUM Mapala Kumtapala (Kanda Enik Rahmawati) thanks atas saran-sarannya dan rekomendasinya, Buat anggota Kehormatan dan Alumni Fakultas Hukum UNTAD yang telah membantu kami dalam pendanan pada kegiatan ini kami ucapkan terima kasih sedalam-dalamnya.  Kepada Kanda Djamaluddin SH alias Opha terima kasih atas Nasihat, saran-saran serta bantuan dananya.  Untuk segenap Anggota Tetap dan Anggota Muda Mapala Kumtapala Trims atas dukungannya dan masukan-masukannya, buat Kanda Hamka Akib, SH thanks nasihatnya dan arahan-arahannya, buat seluruh Anggota Kehormatan dan Anggota tetap serta Anggota Simpatisan Mapala Kumtapala terima kasih atas dukungan Moril dan materilnya kami tidak akan melupakan itu semua. , kepada Saudara-saudara sesama pecinta alam se – Kota Palu terima kasih atas keikhlasan untuk meminjamkan peralatannya. kepada KPA Adventure terima kasih atas carier nya, buat Pak Akhsan dan Bu Akhsan  terima kasih atas jamuannya dan sambutannya, buat pak Guru beserta Warganya terima kasih atas data-datanya, buat Om Jia (Om Kento) terima kasih banyak yach atas semuanya, buat Kepala Desa Siboang, Kepala Desa Balukang II, Camat Sojol (Pak Sultani) dan Kapolsek Sojol terima kasih atas izin dakinya, buat Bapak Rektor Universitas Tadulako Sahabuddin Mustafa terima kasih atas Rekomendasinya yaaa... untuk Bapak Kepala Dusun Bonde terima kasih atas rokok Clas Mild nya dan snack serta jamuan makannya.  Untuk semua warga Dusun Sipator, Dusun Bonde, Desa Balukang II, Desa Bou dan Desa Siboang kami ucapkan banyak terima kasih atas segala informasinya, Kabut dan Badai serta hujan yang tiap harinya menemani kami di pegunungan Sojol yang penuh keseraman “suatu saat kami pasti akan menapakkan kaki kami  lagi” pacet, anoa dan kutu babi berkembang biak yang banyak yahhh… “ kemudian buat Pinang Hutan, Rotan dan Enau terima kasih karena kalian kami bisa minutes logistic kami hehehehehehehe…….” GIGITAN PACET Daun MU “masih gatal nih…..” Kutu Babi, waduh masih ada yang melengket nich.  Untuk jiwa-jiwa petualang sejagad raya Sojol Menanti kalian, marilah kita sama-sama menjaga alam ini beserta isinya karena alam mencintai yang mencintai alam. Dan untuk semua pihak yang tidak sempat kami sebutkan yang telah berpartisipasi secara langsung maupun tidak langsung kami ucapkan terima kasih banyak. Yang teristimewa  untuk MAPALA KUMTAPALA KU yang tercinta. Hanya kaulah yang membuat kami jadi manusia pemberani, ulet, tekun, disiplin serta mandiri.   “Abadilah Engkau Dalam kejayaan”.    
Salam Lestari.
















1 komentar:

  1. MANTAB MEMANG SAUDARA-SAUDARAKU SEPERJUANGAN, TELAH MENJALAJAHI GUNUNG TERTINGGI DI SULAWESI TENGAH..... MANTAB....MANTAB. TETAP SEMANGAT DAN TETAP KOMPAK YACH.........
    TERIMA KASIH.

    BalasHapus

Silahkan Buat Komentar Anda